Kumpulan artikel ilmu.NET, semoga bermanfaat...

Menu
Herbal.ID

BAWANG PUTIH
(Allium Sativum, Linn.)
Familia : Liliaceae


URAIAN :
Bawang putih (Allium sativum) termasuk genus aftlum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30-75 cm, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut keeil yang berjumlah banyak. Setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah 200-250 meter di atas permukaan laut.

SYARAT TUMBUH
A.    IKLlM
Ketinggian tempat : 600-1.200 m di atas permukaan laut
Curah hujan tahunan : 800-2.000 mm/tahun
Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan-7 bulan
Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan-6 bulan
Suhu udara : 150-200 C
Kelembaban : tinggi
Penyinaran : sedang

B.    TANAH
Jenis : gromosol (ultisol)
Tekstur : lempung berpasir (gembur)
Drainase : baik
Kedalaman air tanah : 50-150 cm dari permukaan tanah
Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
Kemasaman (pH): 6 - 6,8
Kesuburan : tinggi

PEDOMAN BERTANAM
A.    PENGOLAHAN
Tanah : Buatkan selokan atau parit dengan lebar 30-40 cm, dalam 30-60 cm. Tanah galian digunakan untuk bedengan selebar 60-100 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Cangkul sedalam 15 cm- 30 cm. Setelah 10-15 hari, cangkul kembali hingga membentuk gumpalan halus. Beri pupuk kandang 10- 15 ton/hektar. Sehari sebelum ditanami, bedengan dibasahi.
B.    PERSIAPAN BIBIT
Bibit berasal dari tanaman eukup tua (85-135 hari), sehat dan tidak cacat. Bibit disimpan dalam ruangan kering sekitar 5-8 bulan digantung pada para-para. Siang untuk bibit berasal dari umbi yang beratnya 5-7,5 gram.
C.    PENANAMAN
Buatkan lubang tanam sedalam 3-4 cm dengan tuga. Tancapkan bibit dengan posisi tegak lurus, ujung siung di atas dan bagian siung tertanam dalam tanah. Taburkan tanah halus. Tutup merata dengan jerami sekitar 3 cm. Jarak tanam 10x10 cm atau 15x10 cm.


NAMA LOKAL :
Garlic (Inggris); Bawang putih (Indonesia); Bawang (Jawa); Bawang bodas (Sunda); Bawang handak (Lampung); Kasuna (Bali); Lasuna pute (Bugis); Bhabang pote (Madura); Bawa bodudo (Ternate); Kalfeo
foleu (Timor).

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :
Hipertensi, asma,batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak nafas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, sulit tidur (Insomnia).

PEMANFAATAN :
1.    HIPERTENSI
A.    Bahan: 3 Siung bawang putih.
Cara membuat : Bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya, lalu disaring.
Cara menggunakan : Diminum secara teratur setiap hari.
B.    Bahan: 2 Siung bawang putih.
Cara membuat : Bawang putih dipanggang dengan api.
Cara menggunakan : Dimakan setiap pagi selama 7 hari.
2.         ASMA, BATUK, DAN MASUK ANGIN     .
Bahan : 3 Siung bawang putih, 1 sdm madu dan gula batu secukupnya.
Cara membuat : Bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos bersama bahan lainnya sampai merata. Peras atau disaring.
Cara menggunakan : Diminum setiap pagi sampai sembuh.
3.    SAKIT KEPALA
Bahan : Umbi bawang putih.
Cara membuat : Umbi bawang putih ditumbuk halus.
Cara menggunakan: Untuk dikompreskan pada dahi.
4.    SAKIT KUNING, SESAK NAFAS, DAN BUSUNG AIR
Bahan: 1 Umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam.
Cara membuat: Umbi bawang putih ditumbuk halus.
Campurkan kedua bahan tersebut, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih.  Aduk sampai merata, dan disaring. Minum air tersebut 2 kali sehari, 2 sendok makan setiap pagi dan sore hari.
5.    AMBEIEN

Bahan : Umbi bawang putih.
Cara membuat : Umbi bawang putih ditumbuk halus, peras, ambil airnya.
Cara menggunakan : Dioleskan di sekitar dubur setiap hari.
6.    SEMBELIT
Bahan : Yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya.
Cara membuat : Kedua bahan ditumbuk halus. Peras untuk diambil airnya, kemudian aduk sampai merata dan saring.
Cara menggunakan : Diminum biasa.
7.    LUKA MEMAR KARENA TIKAMAN ATAU PUKULAN
Bahan : Bawang putih dan 1 sendok madu.
Cara membuat : Bawang putih ditumbuk halus.  Berikan 1 sendok madu. Aduk sampai merata.
Cara menggunakan : Dioleskan pada bagian yang luka.
8.    LUKA KENA BENDA TAJAM BERKARAT
Umbi bawang putih dibakar. Celupkan ke dalam minyak kelapa, setelah itu ditumbuk halus. Oleskan pada bagian yang luka.
9.    MEMPERCEPAT MATANGNYA BENGKAK ABSES
Umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat, kemudian ditumbuk halus.  Tempelkan pada bagian yang bengkak.
10.    MENGELUARKAN SERPIHAN KACA, KAYU, ATAU DURI
Umbi bawang putih ditumbuk halus.  Tempelkan pada bagian yang kemasukan serpihan kaca, kayu,
atau duri.
11.    SENGATAN SERANGGA
Bahan : Umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya.
Cara membuat : Umbi bawang putih ditumbuk halus. Campurkan dengan bahan lainnya. Aduk sampai merata.
Cara menggunakan : Oleskan di bagian tubuh yang disengat.
serangga.
12.    MENGUSIR CACING KREMI DAN CACING PERUT
Beberapa siung bawang putih dikupas dan dicuci bersih. Umbi tersebut langsung dimakan.
13.    SULIT TIDUR (INSOMNIA)
Beberapa siung bawang putih dikupas dan dicuci bersih. Makan langsung sebelum tidur.

KOMPOSISI:
KANDUNGAN KIMIA :
Dari umbi bawang putih per 100 gram mengandung :
Protein 4,5 gram
Lmak 0,20 gram
Hidrat arang 23, 1 gram
Vitamin B1 0,22 miligram
Vitamin C1 5 miligram
Kalori 95 kalori
Posfor 134 miligram
Kalsium 42 miligram
Besi 1 miligram
Air 71 gram

Di samping itu ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.

BAWANG PUTIH (Allium Sativum, Linn.) Familia : Liliaceae URAIAN : Bawang putih (Allium sativum) termasuk genus aftlum atau ...
Herbal.ID
Herbal.ID

Barucina

(Artemisia Vulgaris Linn.)
Familia : Compositae


URAIAN :
Tanaman menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. Jenis yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat Artemisia argyi LevI. et. Vant. Tanaman ini terdapat sampai 3.000 m di atas permukaan laut, berasal dari Cina. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut.


Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk berseling. Berbunga majemuk, kecil-kecil, warna kuning muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk,
keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Perbanyakan dapat dengan stek atau biji.

NAMA LOKAL :

Baru cina (Indonesia, Sumatera); Daun manis, brobos krebo; Beunghar kucicing, jukut lokot mala, suket gajahan (Jawa); Kola, goro-goro cina (Maluku); Daun Sudamala, eam cao; Ai ye (China).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Sakit haid, keguguran, disentri, keputihan, susah punya anak, muntah darah, mimisan, pendarahan usus, memudahkan persalinan.


PEMANFAATAN:

BAG IAN YANG DIPAKAI: Daun, seluruh tanaman. KEGUNAAN:

1.      Menstruasi berlebihan (banyak), sa kit pada menstruasi (dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur, mencegah keguguran (threatened abortion), pergerakan janin berlebihan, disentri, keputihan.

2.      Mempermudah persalinan,· susah punya anak.

3.      Muntah darah (hematemesis), mimisan (epistaxis), perdarahan usus (rectal haemorrhgia).


PEMAKAIAN: 10-30 gram daun direbus, lalu diminum. Tersedia herba yang dibuat tablet, suntikan, minyak maupun aerosol (obat semprot mulut).


PEMAKAIAN LUAR :

Gangguan lambung, nyeri persendian (arthralgia), eczema, gatal-gatal (pruritus), bisul. Juga dipakai sebagai moxa, dengan cara memanaskan di bagian titik-titik akupunktur.


Verruca vulgaris (kutil): A. Argyi dilumatkan. Tempelkan di tempat kelainan beberapa kali sehari, selama ± 30 hari.


CARA PEMAKAIAN:

1.      MEMULlHKAH TENAGA (akibat perdarahan sehabis melahirkan):

4 Pohon baru cina + 6 gelas air, direbus sampai tersisa 2 gelas.

Diminum sehari 2x1 gelas sebelum makan.

2.      LEMAH SYAHWAT: 15-45 gram biji digiling halus lalu dimakan.

3.      AYAN (EPILEPSI):

1 Genggam akar artemisia + 1 ibu jari jahe + 1 ibu jari gula enau + 4 gelas air. Direbus sampai tersisa 2 gelas. Minum sehari 2x1 gelas.

4.      SAKIT TENGGOROK: Herba segar ditumbuk lalu diperas.

Minum airnya.

5.      DISENTRI : Baru cina dan jahe segar, direbus sampai kental.

Diminum 3x. >

ARTEMISIA ARGYl LEVL ET VANT:

Mempunyai khasiat untuk pengobatan carcinoma lambung, pembesaran kelenjar payudara. Juga dipakai untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, menstruasi berlebihan, menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi, dan penyakit-penyakit alergi.
Herba ini menghambat pertumbuhan Hela cell.


EFEK SAMPING:

30 Pasien yang memakai rebusan daun A. argyi, biasanya mempunyai keluhan mulut kering, rasa tidak enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah, mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

KOMPOSISI:

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, pedas, hangat. Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.


KANDUNGAN KIMIA: Minyak menguap(Phellandrene, cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4-ol, beta- karyophyllene, 1-quebrachitol. Akar dan batang: Inulin (mengandung ertemose), Cabang kecil: Oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin _

Barucina (Artemisia Vulgaris Linn.) Familia : Compositae URAIAN : Tanaman menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau taj...
Herbal.ID
Herbal.ID

Bangle

(Zingiber Purpureum Roxb.)

Sinonim: Zingiber Cassumunat; Roxb.

Familia: Zingiberaceae


URAIAN:

Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau ditanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herbal semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runeing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, Iebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm.


Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 em, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.


NAMA LOKAL:

Panglai (Sunda); Bengle (Jawa); Pandhiyang (Madura); Mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera); Banggele (Bali); Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai; Kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle.


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI:

Demam, sakit kepala, batuk, perut nyeri, masuk angin, sembelit, sakit kuning, cacingan, reumatik, ramuan jamu, kegemukan, mengecilkan perut setelah melahirkan.


PEMANFAATAN:

BAG IAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

RIMPANG:

Demam, sakit kepala.

Batuk berdahak, perut nyeri, masuk angin.
Sembelit, sakit kuning, cacingan.
Rheumatik, kegemukan.

Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
Mengecilkan perut setelah melahirkan.

DAUN:

Tidak napsu makan.
Perut terasa penuh.


PEMAKAIAN:

Untuk minum: 2-3  jari rimpang, direbus.

Pemakaian luar : Rimpang secukupnya dicuci bersih, lalu diparut.
Gunakan sebagai tapal atau boreh pada bagian kepala yang sakit, badan yang pegal, serta buat mengecilkan perut sehabis melahirkan.



CARA PEMAKAIAN:


1.      DEMAM, MASUK ANGIN

15 gr rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan ½ cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum air perasan tersebut 2 kali sehari.

2.      PERUT MULES

Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, masing-masing 2 jari tangan. Semua bahan dicuci lalu diiris tipis-tipis.

Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

3.      SAKIT KEPALA KARENA DEMAM

Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut.
Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur.
Gunakan sebagai pilis pada dahi.

4.      SAKIT KUNING

1/2 Jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut.

Tambahkan air masak dan madu, masing-masing sendok makan.

Peras dan saring. Minum air tersebut 2 kali sehari.

5.      NYERI SENDI (RHEUMATIK)

Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut.
Tambahkan arak sampai menjadi adonan (seperti bubur).

Borehkan pada bagian sendi yang sakit.

6.      MENGECILKAN PERUT SETELAH MELAHIRKAN

Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut. Borehkan pada perut.

7.      CACINGAN

3 Jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris-iris tipis.
Kemudian semua bahan ditumbuk halus. Tambahkan ½ cangkir air masak. Aduk merata, peras lalu disaring. Minum.

8.      RADANG SELAPUT LENOIR MATA

Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong  seperlunya.

Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya.
Setelah dingin disaring. Minum.

9.      KEGEMUKAN/MENGURANGI LEMAK TUBUH

A.    Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Bagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

B.     ½ Jari rimpang bangle, ½ jari rim pang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang wangi,  genggam daun kemuning, genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau. Semua bahan dicuci lalu dipotong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya.
Setelah dingin disaring. Minum 3 x  gelas sehari.

C.     Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing ½  jari tangan. Kedua bahan dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu.
Aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring.
Minum 2-3 kali sehari.


KOMPOSISI:

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas.

Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (Iaksan), obat cacing (vermifuge).


KANDUNGAN KIMIA:

RIMPANG: minyak atsiri (sineoi, pinen), damar, pati, tanin. -


Bangle (Zingiber Purpureum Roxb.) Sinonim: Zingiber Cassumunat; Roxb. Familia: Zingiberaceae URAIAN: Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, ...
Herbal.ID
Herbal.ID


Asam Jawa

(Tamarindus Indica, Linn.)

Familia: Leguminosae

URAIAN :

Asam Jawa (Tamarindus Indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya kuning kemerahan, buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2-5, berbentuk pipih, warna coklat agak kehitaman.


NAMA LOKAL :

Tamarind (lnggris); Tamarinier (Perancis); Asam jawa (Indonesia); Celangi, tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Asma, batuk, demam, sakit panas, reumatik, sakit perut, morbili, alergi / biduren, sariawan, luka baru, luka borok, eksim, bisul, bengkak disengat lipan / lebah, gigitan ular bisa, rambut rontok.


PEMANFAATAN :

1.         ASMA

Bahan : 2 Potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat: Kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. Kemudian disaring. Airnya diminum kali sehari.


2.         BATUK KERING

3 Polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga. Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga sisa 1 gelas. Saring. Minum pagi dan sore.

3.         DEMAM

Bahan : 1 Genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut direbus dengan ½ liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Minum 2 kali sehari, pagi, dan sore.

4.      SAKIT PANAS

Bahan : 2 Polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas. Saring, kemudian diminum seperti biasa.
Catatan : Bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini.

5.      REUMATIK

Bahan : 1 Genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu).

Cara membuat : Kedua bahan tersebut ditumbuk halus.
Bubuknya dipakai untuk mengkompres bagian badan yang sakit.

6.      SAKIT PERUT

A.    Bahan : 3 Polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya.

Cara membuat: Semua bahan dicampur sampai merata. Kemudian gunakan sebagai obat gosok, terutama pada bagian perut.

B.    3 Polong buah asam jawa, 1 potong gula aren. Kedua bahan diseduh dengan 1 gelas air panas. Kemudian disaring lalu diminum biasa.

C.    2 Polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa.


Cara membuat : Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Seduh dengan 1 gelas air panas. Saring, lalu diminum biasa.

7.      MORBILI

Bahan : 1-2 Potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari.

Cara membuat : Kunyit diparut. Campur kedua bahan yang lain sampai merata. Gunakan sebagai bedak / obat gosok bagi penderita morbili.

8.      ALERGI/BIDUREN (JAWA)

Bahan : 2-3 Golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, ¼ sendok kapur sirih.

Cara membuat : Rebus semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih (tersisa 2 gelas). Saring. Minum 2 kali sehari, pagi, dan sore.

9.      SARIAWAN

Bahan : 2 Polong buah asam jawa, 1 potong gula kelapa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari.

Cara membuat : Semua bahan direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Saring, kemudian airnya diminum biasa.

10.  LUKA BARU

Bahan : Daun asam jawa secukupnya.

Cara membuat: Daun asam jawa dikunyah sampai lumat. Kemudian ditempelkan pada bagian yang luka.

11.  LUKA BOROK

Bahan : Beberapa biji asam jawa (klungsu).

Cara membuat : Biji asam jawa ditumbuk halus. Tempelkan hasil tumbukan pada bagian yang luka (bila perlu diperban).

12.  EKSIM DAN BISUL

Bahan : 1 Genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit.

13.  BENGKAK KARENA DISENGAT LIPAN ATAU LEBAH
Bahan : 3-5 Biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya.

Cara membuat : Biji asam jawa ditumbuk halus.

Cara menggunakan : Bersihkan bagian yang bengkak dengan kain yang dibasahi minyak kayu putih. Kemudian ditaburi / ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut.

14. MENCEGAH RAMBUT RONTOK
Bahan : Beberapa biji asam jawa.

Cara menggunakan : Sebelum keramas dengan shampo, kepala dipijat terlebih dahulu dengan buah asam jawa yang telah masak yang dicampur sedikit air. Kemudian bilas rambut sampai bersih.

15. GIGITAN ULAR BERBIBA

Bahan : Beberapa biji asam jawa.

Cara membuat : Biji asam jawa dibelah menjadi dua.

Cara menggunakan : Belahan biji bagian dalam ditempelkan pada luka bekas gigitan ular tersebut.

Jumlah biji yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.


KOMPOSISI:

KANDUNGAN KIMIA : Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam apel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon di antaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram,
lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fostor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 81 per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram.

Kulit bijinya mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albumnoid serta pati.

Asam Jawa (Tamarindus Indica, Linn.) Familia: Leguminosae URAIAN : Asam Jawa (Tamarindus Indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis ...
Herbal.ID
Herbal.ID

Apel
(Pyrus Malus, Linn)
Sinonim = Malus Sylvestris, Mill
Familia: Rosaceae

URAIAN:

Apel (Pyrus malus) hidup subur di daerah yang bertemperatur dingin. Di Eropa dibudidayakan di daerah sub- tropis bagian utara. Di Indonesia apel yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur, atau Gunung Pangrango, Jawa Barat. Apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bila dibudidayakan di daerah dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan apel dikategorikan sebagai anggota keluarga rnawar-rnawaran. Tingginya bisa mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat mirip dengan daun bunga mawar. Berbentuk bulat telur dengan gerigi kecil pada tepiannya.

Pada usia produktif, biasanya berbunga pada bulan Juli. Buah apel sebenarnya merupakan bunga yang membesar / mengembang sehingga mehjadi buah yang padat dan berisi.


NAMA LOKAL:
Apel (Indonesia, Malang); Apple (Inggris); Appel (Perancis).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI:
1.    DIABETES MELLITUS
1 Biji buah apel berukuran sedang. Belah menjadi 4 bagian. Rebus dengan 3 gelas air, sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Minum pagi dan sore.
2.    DIARE
Makan buah apel yang belum begitu masak.

KOMPOSISI:
KANDUNGAN KIMIA :
Buah apeI (Pyrus malus) selain mempunyai kandungan senyawa pektin juga mengandung zat gizi.
KANDUNGAN PER 100 GRAM: Kalori 58 kalori - Hidrat arang 14,9 gram, Lemak 0,4 gram - Protein 0,3 gram - Kalsium 6 mg - Fosfor 1 mg, Besi 0,3 mg - Vitamin A 90 SI - Vitamin B1 0,04 mg - Vitamin C 5 mg - dan Air 84 %.

Apel (Pyrus Malus, Linn) Sinonim = Malus Sylvestris, Mill Familia: Rosaceae URAIAN: Apel (Pyrus malus) hidup subur di daerah yang bertemp...
Herbal.ID
Herbal.ID

Anting-Anting

(Acalypha Australis Linn.)
Familia: Euphorbiaceae

URAIAN:

Herba Semusim, tegak dan berambut. Batang tinggi 30-50 cm, bereabang, dengan garis memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letaknya berselang-seling, bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun berbentuk laneip, tepi bergerigi, panjang 2,5-8 cm, lebar 1,5- 3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu, keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil
dalam rangkaian berupa malai. Buahnya keeil, akar tanaman ini disukai anjing dan kucing.

NAMA LOKAL:

Tie xi an (China)

PENYAKIT YANe; DAPAT DIOBATI:

Disentri basilar dan disentri amuba, diare, malnutrition, mimisan, muntah amah, berak darah, keneing darah, malaria.

PEMANFAATAN:

BAGIAN YANG DIPAKAI' Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.

KEGUNAAN:

1.      Disentri basiler dan disentri amuba.

2.      Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition).

dan gangguan pencernaan, berak darah (melena).

3.      Muntah darah, mimisan, kencing darah (hematuria), malaria.

".,


PEMAKAIAN:

9-15 Gr herba kering atau 30-60 gram herba segar. Direbus lalu diminum.

PEMAKAIAN LUAR:

Herba segar dilumatkan, tempel. Bila direbus, airnya untuk mencuci

Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis, gigitan ular.


CARA PEMAKAIAN:

1.      DERMATITIS, ECZEMA, KORENG

Herba secukupnya direbus, airnya untuk mencuci di tempat yang sakit.

2.      PERDARAHAN, LUKA LUAR

Herba segar ditambah gula pasir secukupnya. Dilumatkan kemudian ditempelkan di bagian yang sakit.

3.      DISENTRI AMOEBA

30-60 Gr tariaman kering (seluruh batang) direbus. Air dibagi dua untuk 2 kali minum sehari, selama 5-10 hari.

4.      DIARE, DISENTRI BASILER, MUNTAH DARAH, MIMISAN,
BERAK DARAH (MELENA), BATUK: Herba kering 30-60 gram direbus lalu diminum.

5.      DISENTRI BASILER

Acalypha australis 30-60 gram, portulaca oleracea (gelang) dan gula masing-masing 30 gram rebus, minum setelah dingin.


KOMPOSISI:

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, astringen,sejuk. Anti-radang, antibiotik, peluruh air seni, astrijen menghentikan perdarahan (hemostatik). -

Anting-Anting (Acalypha Australis Linn.) Familia: Euphorbiaceae URAIAN: Herba Semusim, tegak dan berambut. Batang tinggi 30-50 cm, bereab...
Herbal.ID
Herbal.ID

Alpukat / Alpokat

(Persea Gratissima Gaertn.)
Sinonim = P.Americana, Mill.
Familia : Lauraceae

Uraian :

Pohon buah dari Amerika Tengah ini tumbuh liar di hutan-hutan. Banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan, yang lapisan tanahnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200 - 1.000m dpl, di daerah tropik dan subtropik yang banyak curah hujannya. Pohon kecil, tinggi 3 - 10m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya cokelat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5 - 5cm, kotor, letaknya berdesakkan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang agak menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang 10 - 20cm, lebar 3 - 10cm. Daun muda warna kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul.


Bunganya majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warna kuning kehijauan. Buahnya buah buni, berbentuk bola atau bulat telur, panjang 5 - 20cm, warna hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sama sekali berbiji satu daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat, diameter 2,5 - 5cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau juice. Minyaknya untuk keperluan kosmetik. perbanyakan dengan biji, cara okulasi, dan cara enten.


NAMA LOKAL :

Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), Apokat, avoka, plokat (Jawa), Apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Sariawan, melembabkan kulit yang kering, kencing batu, sakit kepala, darah tinggi (hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung, saluran nafas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi, kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.


PEMANFAATAN :

Daging buah, daun, biji.

DAGING BUAH :

ü  Sariawan.

ü  Melembabkan kulit kering.

DAUN :

ü  Kencing batu.

ü  Darah tinggi, sakit kepala.

ü  Nyeri saraf dan nyeri lambung.

ü  Saluran nafas membengkak (bronchial swellings).

ü  Menstruasi tidak teratur

BIJI :

ü  Sakit gigi.

ü  Kencing manis.


PEMAKAIAN :

UNTUK MINUM : 3 – 6 Lembar daun.

PEMAKAIAN LUAR : Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat. Biji digiling halus untuk menghilangkan sakit.


CARA PEMAKAIAN :

1.       SARIAWAN

Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni. Aduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

2.       KENCING BATU

4 Lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 X ¾ gelas.

3.       DARAH TINGGI

3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.

4.       KULIT MUKA KERING

Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur.

Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering.

Setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering, muka dibasuh dengan air bersih.

5.       SAKIT GIGI BERLUBANG

Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.

6.       BENGKAK KARENA PERADANGAN

Bubuk dari biji (secukupnya) ditambah dengan sedikit air, sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

7.       KENCING MANIS

Biji alpokat dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok. Kemudian digodog dengan air bersih sampai air berwarna coklat. Saring air godogan tersebut, setelah dingin lalu diminum.

8.       TEH DAN ALPOKAT

Baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran nafas, rasa nyeri saraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.


DATA PENELITIAN

                Daun mempunyai aktivitas antibakteri, dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus strain A dan B. staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O Ognulans dan E.Ramstad 1975).


KOMPOSISI :

                SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Daun : rasa pahit, kelat. Peluruh kencing.

Biji : anti radang, menghilangkan rasa sakit.

                KANDUNGAN KIMIA :

Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida, dan flavonoida.

Buah juga mengandung tanin dan daun mengandung polifenol, quersetin, gula alkohol persiit.





Alpukat / Alpokat (Persea Gratissima Gaertn.) Sinonim = P.Americana, Mill. Familia : Lauraceae Uraian : Pohon buah dari Amerika Tengah in...
Herbal.ID
Herbal.ID

Adas

(Foeniculum Vulgare Mill.)
Sinonim : E. Officinale, All. = Anethum Foeniculum, Linn.
Familia : Apiaccae (Umbrelliferae)

Uraian :

Adas merupakan satu dari sembilan tumbuhan obat yang dianggap bermukjizat di Anglosaxon. di Indonesia telah dibudidayakan, kadang sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Tumbuhan ini dapat hidup di daratan rendah hingga ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut. Namun akan tumbuh lebih baik di daratan tinggi. Berasal dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Tanaman ini berumur panjang, tinggi 50cm - 2m dan tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih. Seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi.


Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 10cm, panjang gagang bunga 2 - 5mm, mahkota bunga berwarna kuning, keluar dari ujung batang. buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10mm, lebar 3 - 4mm, masih muda berwarna hijau, setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Warna buahnya berbeda-beda tergantung negara aslinya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicip rasanya relatif seperti kamfer.


Adas menghasilkan minyak  adas, yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau sebagai bahan yang memperbaiki rasa (Corrigentia Saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya digunakan bersama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Kebanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.


Nama Lokal :

Hades (Sunda);

Adas, Adas Londa, Adas Landi (Jawa);

Adhas (Madura);

Adas (Bali);

Wala Wunga (Sumba);

Das Pedas (Aceh);

Adas, Adas Pedas (Melayu);

Adeh, Manih (Minangkabau);

Paapang, Paampas (Manado);

Popoas (Alfuru);

Denggu-Denggu (Gorontalo);

Papaato (Buol);

Porotomo (Baree);

Kumpasi (Sangir Talaud);

Adasa, Rempasu (Makasar);

Adase (Bugis);

Hsiao Hui (China);

Phong Karee, Mellet Karee (Thailand);

Jintan Manis (Malaysia);

Barisaunf, Madhurika (India / Pakistan);

Fennel, Commaon Fennel, Sweet Fennel, Fenkel, Spigel (I).



PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :


Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit, diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk, sesak nafas (asma), nyeri haid, haid tidak teratur, rematik goat, susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik, usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu, pembengkakan saluran sperma (epididimis), penimbunan cairan dalam kantung buat zakar (hidrokel testis), keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan.


PEMANFAATAN :

Buah masak (Xiaohuixiang, Hui-hsiang) dikumpulkan, dijemur sampai kering.


KEGUNAAN :


BUAH BERMANFAAT UNTUK MENGATASI :

ü  Perut mulas, perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare.

ü  Sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan.

ü  Batuk berdahak, sesak nafas (asma), haid (nyeri haid, haid tidak teratur).

ü  Air susu ibu (ASI) sedikit, putih telur dalam kencing (proteinuria).

ü  Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis).

ü  Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis).

ü  Pembengkakan saluran sperma (epididimis).

ü  Penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis).

ü  Mengurangi rasa sakit akibat batu ginjal dan membantu menghancurkannya.

ü  Rematik gout, keracunan tumbuhan obat atau jamur.


DAUN BERKHASIAT MENGATASI :

ü  Batuk, perut kembung, kolik, rasa haus, meningkatkan penglihatan.


CARA PEMAKAIAN :

ü  Buah adas sebanyak 3 – 9gr direbus, lalu diminum.

ü  Buah adas digiling halus, seduh dengan air mendidih, minum hangat.

ü  Daun dimakan sebagai sayuran, atau direbus, lalu diminum airnya.


PEMAKAIAN LUAR :

ü  Buah kering digiling halus. Gunakan untuk pemakaian lokal, pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga, dan luka. Minyak adas juga dapat digunakan untuk mengobati anak yang masuk angin dengan cara digosokkan pada tubuhnya.


CONTOH PEMAKAIAN :

1.       BATUK

A.      Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5gr. Seduh dengan ½ cangkir air mendidih. Setelah dingin, saring. Tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk merata lalu minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

B.      Siapkan daun saga ¼ genggam, bunga kembang sepatu 2 kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum, bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin, disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

2.       SESAK NAFAS

A.      Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari, sampai sembuh.

B.      Siapkan adas ½ sendok teh, pulosari ¼ jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang temulawak 1 jari, jintan hitam ¼ sendok teh, daun poncosudo (Jasminum Pubescens) ¼ genggam, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 4 ½ gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin disaring. Siap untuk diminum 3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

3.       SARIAWAN

Siapkan adas ¾ sendok teh, ketumbar ¾ sendok teh, daun iler 1/5 genggam, daun saga ¼ genggam, sisik naga 1/5 genggam, daun sembung ¼ genggam, pegagan ¼ genggam, daun kentut 1/6 genggam, pulosari ¾ jari, rimpang lempuyang wangi ½ jari, rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Semua bahan direbus dengan 4 ½ gelas air bersih sampai tersisa separuhnya, setelah dingin disaring. Siap untuk diminum 3 kali sehari, setiap kali cukup ¾ gelas.

4.       HAID TIDAK TERATUR

Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing 1/5 genggam, jinten hitam ¾ sendok teh, adas ½ sendok teh, pulosari ½ jari, bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Semua bahan lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼  gelas. Setelah dingin, disaring. Minum 3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

5.       KERACUNAN TUMBUHAN OBAT ATAU JAMUR

Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 gram. Seduh dengan setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

6.       BATU EMPEDU

Serbuk buah adas sebanyak 5 gram diseduh dengan 1 cangkir air panas. Minum setelah dingin. Lakukan setiap hari.


CATATAN :

ü  Pengobatan hernia tetap dengan cara operasi (menutup lubang saluran yang ada). Adas hanya menaikkan sementara usus yang turut ke lipat paha.

ü  Hindari penggunaan adas dalam dosis besar.

ü  Pemakaian buah adas kadang menyebabkan sering kentut /  bersendawa.

ü  Buah adas efektif untuk mengusir serangga (insect repellent).


KOMPOSISI :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Buah :

Buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.

Daun :

Berbau aromatik.

Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil)


KANDUNGAN KIMIA :

Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1-6%, mengandung 50-60% anetol, lebih kurang 20 % fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol menyebabkan adas mengeluarkan aroma khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).


EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN :

1.       Komponen aktifrnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.

2.       Meningkatkan peristaltik saluran cerna, merangsang pengeluaran kentut.

3.       Menghilangkan dingin dan dahak.

4.       Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang nafsu makan.

5.       Dari satu penelitian pada manusia dewasa, ditemukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.

6.       Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun pada pengolahan cara lain tidak dapat menunjukkan khasiat ini.

Adas (Foeniculum Vulgare Mill.) Sinonim : E. Officinale, All. = Anethum Foeniculum, Linn. Familia : Apiaccae (Umbrelliferae) Uraian : Ada...
Herbal.ID