Kumpulan artikel ilmu.NET, semoga bermanfaat...

Menu
Results for "herbal tanaman"
Herbal.ID

BAWANG PUTIH
(Allium Sativum, Linn.)
Familia : Liliaceae


URAIAN :
Bawang putih (Allium sativum) termasuk genus aftlum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30-75 cm, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut keeil yang berjumlah banyak. Setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah 200-250 meter di atas permukaan laut.

SYARAT TUMBUH
A.    IKLlM
Ketinggian tempat : 600-1.200 m di atas permukaan laut
Curah hujan tahunan : 800-2.000 mm/tahun
Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan-7 bulan
Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan-6 bulan
Suhu udara : 150-200 C
Kelembaban : tinggi
Penyinaran : sedang

B.    TANAH
Jenis : gromosol (ultisol)
Tekstur : lempung berpasir (gembur)
Drainase : baik
Kedalaman air tanah : 50-150 cm dari permukaan tanah
Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
Kemasaman (pH): 6 - 6,8
Kesuburan : tinggi

PEDOMAN BERTANAM
A.    PENGOLAHAN
Tanah : Buatkan selokan atau parit dengan lebar 30-40 cm, dalam 30-60 cm. Tanah galian digunakan untuk bedengan selebar 60-100 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Cangkul sedalam 15 cm- 30 cm. Setelah 10-15 hari, cangkul kembali hingga membentuk gumpalan halus. Beri pupuk kandang 10- 15 ton/hektar. Sehari sebelum ditanami, bedengan dibasahi.
B.    PERSIAPAN BIBIT
Bibit berasal dari tanaman eukup tua (85-135 hari), sehat dan tidak cacat. Bibit disimpan dalam ruangan kering sekitar 5-8 bulan digantung pada para-para. Siang untuk bibit berasal dari umbi yang beratnya 5-7,5 gram.
C.    PENANAMAN
Buatkan lubang tanam sedalam 3-4 cm dengan tuga. Tancapkan bibit dengan posisi tegak lurus, ujung siung di atas dan bagian siung tertanam dalam tanah. Taburkan tanah halus. Tutup merata dengan jerami sekitar 3 cm. Jarak tanam 10x10 cm atau 15x10 cm.


NAMA LOKAL :
Garlic (Inggris); Bawang putih (Indonesia); Bawang (Jawa); Bawang bodas (Sunda); Bawang handak (Lampung); Kasuna (Bali); Lasuna pute (Bugis); Bhabang pote (Madura); Bawa bodudo (Ternate); Kalfeo
foleu (Timor).

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :
Hipertensi, asma,batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak nafas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, sulit tidur (Insomnia).

PEMANFAATAN :
1.    HIPERTENSI
A.    Bahan: 3 Siung bawang putih.
Cara membuat : Bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya, lalu disaring.
Cara menggunakan : Diminum secara teratur setiap hari.
B.    Bahan: 2 Siung bawang putih.
Cara membuat : Bawang putih dipanggang dengan api.
Cara menggunakan : Dimakan setiap pagi selama 7 hari.
2.         ASMA, BATUK, DAN MASUK ANGIN     .
Bahan : 3 Siung bawang putih, 1 sdm madu dan gula batu secukupnya.
Cara membuat : Bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos bersama bahan lainnya sampai merata. Peras atau disaring.
Cara menggunakan : Diminum setiap pagi sampai sembuh.
3.    SAKIT KEPALA
Bahan : Umbi bawang putih.
Cara membuat : Umbi bawang putih ditumbuk halus.
Cara menggunakan: Untuk dikompreskan pada dahi.
4.    SAKIT KUNING, SESAK NAFAS, DAN BUSUNG AIR
Bahan: 1 Umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam.
Cara membuat: Umbi bawang putih ditumbuk halus.
Campurkan kedua bahan tersebut, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih.  Aduk sampai merata, dan disaring. Minum air tersebut 2 kali sehari, 2 sendok makan setiap pagi dan sore hari.
5.    AMBEIEN

Bahan : Umbi bawang putih.
Cara membuat : Umbi bawang putih ditumbuk halus, peras, ambil airnya.
Cara menggunakan : Dioleskan di sekitar dubur setiap hari.
6.    SEMBELIT
Bahan : Yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya.
Cara membuat : Kedua bahan ditumbuk halus. Peras untuk diambil airnya, kemudian aduk sampai merata dan saring.
Cara menggunakan : Diminum biasa.
7.    LUKA MEMAR KARENA TIKAMAN ATAU PUKULAN
Bahan : Bawang putih dan 1 sendok madu.
Cara membuat : Bawang putih ditumbuk halus.  Berikan 1 sendok madu. Aduk sampai merata.
Cara menggunakan : Dioleskan pada bagian yang luka.
8.    LUKA KENA BENDA TAJAM BERKARAT
Umbi bawang putih dibakar. Celupkan ke dalam minyak kelapa, setelah itu ditumbuk halus. Oleskan pada bagian yang luka.
9.    MEMPERCEPAT MATANGNYA BENGKAK ABSES
Umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat, kemudian ditumbuk halus.  Tempelkan pada bagian yang bengkak.
10.    MENGELUARKAN SERPIHAN KACA, KAYU, ATAU DURI
Umbi bawang putih ditumbuk halus.  Tempelkan pada bagian yang kemasukan serpihan kaca, kayu,
atau duri.
11.    SENGATAN SERANGGA
Bahan : Umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya.
Cara membuat : Umbi bawang putih ditumbuk halus. Campurkan dengan bahan lainnya. Aduk sampai merata.
Cara menggunakan : Oleskan di bagian tubuh yang disengat.
serangga.
12.    MENGUSIR CACING KREMI DAN CACING PERUT
Beberapa siung bawang putih dikupas dan dicuci bersih. Umbi tersebut langsung dimakan.
13.    SULIT TIDUR (INSOMNIA)
Beberapa siung bawang putih dikupas dan dicuci bersih. Makan langsung sebelum tidur.

KOMPOSISI:
KANDUNGAN KIMIA :
Dari umbi bawang putih per 100 gram mengandung :
Protein 4,5 gram
Lmak 0,20 gram
Hidrat arang 23, 1 gram
Vitamin B1 0,22 miligram
Vitamin C1 5 miligram
Kalori 95 kalori
Posfor 134 miligram
Kalsium 42 miligram
Besi 1 miligram
Air 71 gram

Di samping itu ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.

BAWANG PUTIH (Allium Sativum, Linn.) Familia : Liliaceae URAIAN : Bawang putih (Allium sativum) termasuk genus aftlum atau ...
Herbal.ID
Herbal.ID

Barucina

(Artemisia Vulgaris Linn.)
Familia : Compositae


URAIAN :
Tanaman menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. Jenis yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat Artemisia argyi LevI. et. Vant. Tanaman ini terdapat sampai 3.000 m di atas permukaan laut, berasal dari Cina. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut.


Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk berseling. Berbunga majemuk, kecil-kecil, warna kuning muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk,
keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Perbanyakan dapat dengan stek atau biji.

NAMA LOKAL :

Baru cina (Indonesia, Sumatera); Daun manis, brobos krebo; Beunghar kucicing, jukut lokot mala, suket gajahan (Jawa); Kola, goro-goro cina (Maluku); Daun Sudamala, eam cao; Ai ye (China).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Sakit haid, keguguran, disentri, keputihan, susah punya anak, muntah darah, mimisan, pendarahan usus, memudahkan persalinan.


PEMANFAATAN:

BAG IAN YANG DIPAKAI: Daun, seluruh tanaman. KEGUNAAN:

1.      Menstruasi berlebihan (banyak), sa kit pada menstruasi (dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur, mencegah keguguran (threatened abortion), pergerakan janin berlebihan, disentri, keputihan.

2.      Mempermudah persalinan,· susah punya anak.

3.      Muntah darah (hematemesis), mimisan (epistaxis), perdarahan usus (rectal haemorrhgia).


PEMAKAIAN: 10-30 gram daun direbus, lalu diminum. Tersedia herba yang dibuat tablet, suntikan, minyak maupun aerosol (obat semprot mulut).


PEMAKAIAN LUAR :

Gangguan lambung, nyeri persendian (arthralgia), eczema, gatal-gatal (pruritus), bisul. Juga dipakai sebagai moxa, dengan cara memanaskan di bagian titik-titik akupunktur.


Verruca vulgaris (kutil): A. Argyi dilumatkan. Tempelkan di tempat kelainan beberapa kali sehari, selama ± 30 hari.


CARA PEMAKAIAN:

1.      MEMULlHKAH TENAGA (akibat perdarahan sehabis melahirkan):

4 Pohon baru cina + 6 gelas air, direbus sampai tersisa 2 gelas.

Diminum sehari 2x1 gelas sebelum makan.

2.      LEMAH SYAHWAT: 15-45 gram biji digiling halus lalu dimakan.

3.      AYAN (EPILEPSI):

1 Genggam akar artemisia + 1 ibu jari jahe + 1 ibu jari gula enau + 4 gelas air. Direbus sampai tersisa 2 gelas. Minum sehari 2x1 gelas.

4.      SAKIT TENGGOROK: Herba segar ditumbuk lalu diperas.

Minum airnya.

5.      DISENTRI : Baru cina dan jahe segar, direbus sampai kental.

Diminum 3x. >

ARTEMISIA ARGYl LEVL ET VANT:

Mempunyai khasiat untuk pengobatan carcinoma lambung, pembesaran kelenjar payudara. Juga dipakai untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, menstruasi berlebihan, menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi, dan penyakit-penyakit alergi.
Herba ini menghambat pertumbuhan Hela cell.


EFEK SAMPING:

30 Pasien yang memakai rebusan daun A. argyi, biasanya mempunyai keluhan mulut kering, rasa tidak enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah, mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

KOMPOSISI:

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, pedas, hangat. Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.


KANDUNGAN KIMIA: Minyak menguap(Phellandrene, cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4-ol, beta- karyophyllene, 1-quebrachitol. Akar dan batang: Inulin (mengandung ertemose), Cabang kecil: Oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin _

Barucina (Artemisia Vulgaris Linn.) Familia : Compositae URAIAN : Tanaman menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau taj...
Herbal.ID
Herbal.ID

Bangle

(Zingiber Purpureum Roxb.)

Sinonim: Zingiber Cassumunat; Roxb.

Familia: Zingiberaceae


URAIAN:

Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau ditanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herbal semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runeing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, Iebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm.


Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 em, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.


NAMA LOKAL:

Panglai (Sunda); Bengle (Jawa); Pandhiyang (Madura); Mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera); Banggele (Bali); Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai; Kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle.


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI:

Demam, sakit kepala, batuk, perut nyeri, masuk angin, sembelit, sakit kuning, cacingan, reumatik, ramuan jamu, kegemukan, mengecilkan perut setelah melahirkan.


PEMANFAATAN:

BAG IAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

RIMPANG:

Demam, sakit kepala.

Batuk berdahak, perut nyeri, masuk angin.
Sembelit, sakit kuning, cacingan.
Rheumatik, kegemukan.

Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
Mengecilkan perut setelah melahirkan.

DAUN:

Tidak napsu makan.
Perut terasa penuh.


PEMAKAIAN:

Untuk minum: 2-3  jari rimpang, direbus.

Pemakaian luar : Rimpang secukupnya dicuci bersih, lalu diparut.
Gunakan sebagai tapal atau boreh pada bagian kepala yang sakit, badan yang pegal, serta buat mengecilkan perut sehabis melahirkan.



CARA PEMAKAIAN:


1.      DEMAM, MASUK ANGIN

15 gr rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan ½ cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum air perasan tersebut 2 kali sehari.

2.      PERUT MULES

Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, masing-masing 2 jari tangan. Semua bahan dicuci lalu diiris tipis-tipis.

Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

3.      SAKIT KEPALA KARENA DEMAM

Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut.
Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur.
Gunakan sebagai pilis pada dahi.

4.      SAKIT KUNING

1/2 Jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut.

Tambahkan air masak dan madu, masing-masing sendok makan.

Peras dan saring. Minum air tersebut 2 kali sehari.

5.      NYERI SENDI (RHEUMATIK)

Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut.
Tambahkan arak sampai menjadi adonan (seperti bubur).

Borehkan pada bagian sendi yang sakit.

6.      MENGECILKAN PERUT SETELAH MELAHIRKAN

Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut. Borehkan pada perut.

7.      CACINGAN

3 Jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris-iris tipis.
Kemudian semua bahan ditumbuk halus. Tambahkan ½ cangkir air masak. Aduk merata, peras lalu disaring. Minum.

8.      RADANG SELAPUT LENOIR MATA

Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong  seperlunya.

Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya.
Setelah dingin disaring. Minum.

9.      KEGEMUKAN/MENGURANGI LEMAK TUBUH

A.    Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Bagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

B.     ½ Jari rimpang bangle, ½ jari rim pang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang wangi,  genggam daun kemuning, genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau. Semua bahan dicuci lalu dipotong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya.
Setelah dingin disaring. Minum 3 x  gelas sehari.

C.     Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing ½  jari tangan. Kedua bahan dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu.
Aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring.
Minum 2-3 kali sehari.


KOMPOSISI:

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas.

Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (Iaksan), obat cacing (vermifuge).


KANDUNGAN KIMIA:

RIMPANG: minyak atsiri (sineoi, pinen), damar, pati, tanin. -


Bangle (Zingiber Purpureum Roxb.) Sinonim: Zingiber Cassumunat; Roxb. Familia: Zingiberaceae URAIAN: Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, ...
Herbal.ID
Herbal.ID


Asam Jawa

(Tamarindus Indica, Linn.)

Familia: Leguminosae

URAIAN :

Asam Jawa (Tamarindus Indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya kuning kemerahan, buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2-5, berbentuk pipih, warna coklat agak kehitaman.


NAMA LOKAL :

Tamarind (lnggris); Tamarinier (Perancis); Asam jawa (Indonesia); Celangi, tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Asma, batuk, demam, sakit panas, reumatik, sakit perut, morbili, alergi / biduren, sariawan, luka baru, luka borok, eksim, bisul, bengkak disengat lipan / lebah, gigitan ular bisa, rambut rontok.


PEMANFAATAN :

1.         ASMA

Bahan : 2 Potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat: Kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. Kemudian disaring. Airnya diminum kali sehari.


2.         BATUK KERING

3 Polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga. Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga sisa 1 gelas. Saring. Minum pagi dan sore.

3.         DEMAM

Bahan : 1 Genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut direbus dengan ½ liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Minum 2 kali sehari, pagi, dan sore.

4.      SAKIT PANAS

Bahan : 2 Polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas. Saring, kemudian diminum seperti biasa.
Catatan : Bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini.

5.      REUMATIK

Bahan : 1 Genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu).

Cara membuat : Kedua bahan tersebut ditumbuk halus.
Bubuknya dipakai untuk mengkompres bagian badan yang sakit.

6.      SAKIT PERUT

A.    Bahan : 3 Polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya.

Cara membuat: Semua bahan dicampur sampai merata. Kemudian gunakan sebagai obat gosok, terutama pada bagian perut.

B.    3 Polong buah asam jawa, 1 potong gula aren. Kedua bahan diseduh dengan 1 gelas air panas. Kemudian disaring lalu diminum biasa.

C.    2 Polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa.


Cara membuat : Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Seduh dengan 1 gelas air panas. Saring, lalu diminum biasa.

7.      MORBILI

Bahan : 1-2 Potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari.

Cara membuat : Kunyit diparut. Campur kedua bahan yang lain sampai merata. Gunakan sebagai bedak / obat gosok bagi penderita morbili.

8.      ALERGI/BIDUREN (JAWA)

Bahan : 2-3 Golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, ¼ sendok kapur sirih.

Cara membuat : Rebus semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih (tersisa 2 gelas). Saring. Minum 2 kali sehari, pagi, dan sore.

9.      SARIAWAN

Bahan : 2 Polong buah asam jawa, 1 potong gula kelapa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari.

Cara membuat : Semua bahan direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Saring, kemudian airnya diminum biasa.

10.  LUKA BARU

Bahan : Daun asam jawa secukupnya.

Cara membuat: Daun asam jawa dikunyah sampai lumat. Kemudian ditempelkan pada bagian yang luka.

11.  LUKA BOROK

Bahan : Beberapa biji asam jawa (klungsu).

Cara membuat : Biji asam jawa ditumbuk halus. Tempelkan hasil tumbukan pada bagian yang luka (bila perlu diperban).

12.  EKSIM DAN BISUL

Bahan : 1 Genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit.

13.  BENGKAK KARENA DISENGAT LIPAN ATAU LEBAH
Bahan : 3-5 Biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya.

Cara membuat : Biji asam jawa ditumbuk halus.

Cara menggunakan : Bersihkan bagian yang bengkak dengan kain yang dibasahi minyak kayu putih. Kemudian ditaburi / ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut.

14. MENCEGAH RAMBUT RONTOK
Bahan : Beberapa biji asam jawa.

Cara menggunakan : Sebelum keramas dengan shampo, kepala dipijat terlebih dahulu dengan buah asam jawa yang telah masak yang dicampur sedikit air. Kemudian bilas rambut sampai bersih.

15. GIGITAN ULAR BERBIBA

Bahan : Beberapa biji asam jawa.

Cara membuat : Biji asam jawa dibelah menjadi dua.

Cara menggunakan : Belahan biji bagian dalam ditempelkan pada luka bekas gigitan ular tersebut.

Jumlah biji yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.


KOMPOSISI:

KANDUNGAN KIMIA : Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam apel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon di antaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram,
lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fostor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 81 per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram.

Kulit bijinya mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albumnoid serta pati.

Asam Jawa (Tamarindus Indica, Linn.) Familia: Leguminosae URAIAN : Asam Jawa (Tamarindus Indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis ...
Herbal.ID
Herbal.ID

Apel
(Pyrus Malus, Linn)
Sinonim = Malus Sylvestris, Mill
Familia: Rosaceae

URAIAN:

Apel (Pyrus malus) hidup subur di daerah yang bertemperatur dingin. Di Eropa dibudidayakan di daerah sub- tropis bagian utara. Di Indonesia apel yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur, atau Gunung Pangrango, Jawa Barat. Apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik bila dibudidayakan di daerah dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Tumbuhan apel dikategorikan sebagai anggota keluarga rnawar-rnawaran. Tingginya bisa mencapai 7-10 meter. Daun apel sangat mirip dengan daun bunga mawar. Berbentuk bulat telur dengan gerigi kecil pada tepiannya.

Pada usia produktif, biasanya berbunga pada bulan Juli. Buah apel sebenarnya merupakan bunga yang membesar / mengembang sehingga mehjadi buah yang padat dan berisi.


NAMA LOKAL:
Apel (Indonesia, Malang); Apple (Inggris); Appel (Perancis).


PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI:
1.    DIABETES MELLITUS
1 Biji buah apel berukuran sedang. Belah menjadi 4 bagian. Rebus dengan 3 gelas air, sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Minum pagi dan sore.
2.    DIARE
Makan buah apel yang belum begitu masak.

KOMPOSISI:
KANDUNGAN KIMIA :
Buah apeI (Pyrus malus) selain mempunyai kandungan senyawa pektin juga mengandung zat gizi.
KANDUNGAN PER 100 GRAM: Kalori 58 kalori - Hidrat arang 14,9 gram, Lemak 0,4 gram - Protein 0,3 gram - Kalsium 6 mg - Fosfor 1 mg, Besi 0,3 mg - Vitamin A 90 SI - Vitamin B1 0,04 mg - Vitamin C 5 mg - dan Air 84 %.

Apel (Pyrus Malus, Linn) Sinonim = Malus Sylvestris, Mill Familia: Rosaceae URAIAN: Apel (Pyrus malus) hidup subur di daerah yang bertemp...
Herbal.ID